Rencana kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton ke
Indonesia yang berdekatan dengan hari penetapan pemenang Pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 pada 22 Juli mendatang,
dinilai membawa pesan intervensi hasil pimilu presiden di Indonesia. Penilaian ini sulit untuk dihindarkan, pasalnya Bill Clinton adalah teman dekat James Riyadi, pengusaha yang mendukung capres Joko Widodo. Menanggapi hal ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dengan tegas menolak segala intervensi asing dalam masalah penentuan RI-1 itu.
Sinyal penolakkan intervensi asing itu dilontarkan oleh SBY melalui komentarnya yang membandingkan pemilihan presiden di
Indonesia dan Afghanistan.
SBY menceritakan kemarin dirinya sempat melihat tayangan TV. Dia
menyaksikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah tiba di Afghanistan
untuk membantu menengahi krisis politik antara kedua calon presiden.
Kerry mengatakan hasil pilpres antara Abdullah Abdullah dan pesaingnya
Ashraf Ghani harus diaudit ulang.
"Saya bersumpah dan saya ajak rakyat Indonesia kalau ada kemelut mari kita selesaikan sendiri tidak perlu ada pihak lain yang jadi wasit, jadi juru damai," kata SBY saat berbuka puasa di Jakarta, Senin (14/7).
SBY meminta agar hal ini terwujud, Prabowo dan Jokowi harus menghormati rakyat. Awasi KPU dalam penghitungan suara, dan hormati apapun keputusannya.
"Menyikapi kemenangan dan kekalahan saya sampaikan yang menang bersyukur tidak perlu arogan. Yang kalah tentu sedih tapi tidak perlu melakukan tindakan yang tidak dibenarkan," kata SBY.
Jika tak puas, SBY meminta masalah diselesaikan di Mahkamah Konstitusi sesuai aturan hukum. Dia meminta semua pihak menjaga perdamaian Indonesia.
"Kedamaian ada di hati. Keep it in our heart. Tidakkah kita ingin jalankan amanah para pendiri republik makin ke depan makin baik? Makin damai adil sejahtera," kata SBY. (merdeka/kabarpapuanet)
"Saya bersumpah dan saya ajak rakyat Indonesia kalau ada kemelut mari kita selesaikan sendiri tidak perlu ada pihak lain yang jadi wasit, jadi juru damai," kata SBY saat berbuka puasa di Jakarta, Senin (14/7).
SBY meminta agar hal ini terwujud, Prabowo dan Jokowi harus menghormati rakyat. Awasi KPU dalam penghitungan suara, dan hormati apapun keputusannya.
"Menyikapi kemenangan dan kekalahan saya sampaikan yang menang bersyukur tidak perlu arogan. Yang kalah tentu sedih tapi tidak perlu melakukan tindakan yang tidak dibenarkan," kata SBY.
Jika tak puas, SBY meminta masalah diselesaikan di Mahkamah Konstitusi sesuai aturan hukum. Dia meminta semua pihak menjaga perdamaian Indonesia.
"Kedamaian ada di hati. Keep it in our heart. Tidakkah kita ingin jalankan amanah para pendiri republik makin ke depan makin baik? Makin damai adil sejahtera," kata SBY. (merdeka/kabarpapuanet)
0 Response to "Terindikasi kuat Amerika akan Intervensi Hasil Pilpres, SBY Tolak dengan Tegas"
Post a Comment