Habibie Afsyah – Cerita Sukses Pembisnis Online Yang Cacat
Akan tetapi dalam kehidupan ini, apa yang tidak mungkin, semua serba mungkin, asalkan ada kemauan dan kerja keras semua akan mungkin, seperti sedikit pesan Habibie Afsyah yang di tulis pada bukunya, “Akhirnya, melalui buku ini, aku ingin mengajak Anda semua untuk mensyukuri apa pun yg telah dianugrahkan oleh Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Diri kita adalah anugrah yang sangat berharga. Bagaimanapun kondisi kita, kita selalu punya pilihan untuk melejitkan potensi diri kita atau menidurkannya.
kelemahan diri, termasuk keterbatasan
fisik, tidak harus selalu berujung pada pelumpuhan diri. Pergulatan
sudah pasti ada, tetapi kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan. Kalau
Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa!
Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”. Kalimat ini hanyalah
sedikit inspirasi dari seorang Habibie Afsyah dari sekian banyak
inspirasi yang dapat kita ambil.
Kembali
ke topic semula, “Habibie Afsyah – Cerita Sukses Pembisnis Online Yang
Cacat” bagaimana cerita Habibie Afsyah sampai bisa sukses seperti
sekarang??? Bagaimana Habibie Afsyah memulai berbisnis online???
Mungkin pada cerita ini, Habibie Afsyah
sangatlah berterimakasih pada ibunya, bahkan semua kesuksesan ini
dipersembahkan semua kepada ibunya,, karena ini semua berkat kesabaran
ibu dan motivasi ibunya untuk bekerja keras merubah keadaan yang awalnya
sebuah kelemahan menjadikan sekarang sebagai inspirasi.
Semenjak di fonis apabila Habibie Afsyah
memiliki kelainan, oleh sang ibu, Habibie Afsyah sering dibawa kemana
mana untuk berobat, bahkan sampai dibawa terapi khusus, dan semua itu
dilakukan semata mata untuk menambatkan kesembuhan.
Akan tetapi selama terapi, Habibie
Afsyah selalu menangis, bahkan pangkal pahanya sempat terlepas dari
tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat pertumbuhan kakinya menjadi tidak
seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang sebelah. Namun keadaan ini telah
mengajarkan Habibie Afsyah untuk ikhlas menerima keadaan yg diberikan
Tuhan. Hal itu bisa dia terima dengan apa adanya.
Akan tetapi tantangan berat sesungguhnya
adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan layak dari
lingkungan sekitar, adanya diskriminatif ketika Habibie Afsyah akan
mendaftar ke sekolah, dan lain sebagainya.
Akan
tetapi Ibu Habibie lah yg berjuang keras ke sana-ke mari untuk mencari
tempat pendidikan untuk Habibie Afsyah. Termasuk suatu ketika
mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari
dg pengajar dari Singapura, Mr. Fabian Lim, karena setelah lulus SMA,
Habibie Afsyah tidak meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan biaya yang cukup mahal, sekitar
Rp. 5 juta, oleh ibunya Habibie Afsyah di daftarkan ikut kursus dasar
internet marketing, awalnya Habibie Afsyah mengaku tidak tau sama sekali
alias buta tentang bisnis online, apalagi kursus tersebut dibawakan
dengan bahasa inggris dan memakai translator menambah ketidak ngertian
Habibie Afsyah dalam belajar dasar internet marketing mekipun Habibie
Afsyah sering membuka internet, tapi hanya main game online.
Kursus awal belum tuntas dan belum bener
paham, oleh sang ibu, Habibie Afsyah di daftarkan kembali untuk ikut
kursus tingkat lanjut internet marketing, akan tetapi Habibie Afsyah
sempet menolak karena biaya yang terlalu mahal alias Rp. 15 juta, sampai
sampai sang ibu harus menjual mobil, ibunya terus memberikan semangat
dan terus mendorong untuk berhasil, katanya “anggap saja kamu kuliah”,
akunya Habibie Afsyah.
Pada kursus internet tingkat lanjut,
Habibie Afsyah bertemu dengan Suwandi Chow, alih bahasa (Translator)
kursus itu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, setelah belajar
selama 3 minggu, alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris
ke Bahasa Indonesia berhasil mendapatkan penjualan pertama dari
Amazon.com dg Produk Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie
senangnya bukan kepalang karena baru kali ini bisa menghasilkan uang
dari internet. Pada komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena
biaya iklan lebih besar dari komisi. Namun Habibie terus berusaha sampai
dia bisa mendapatkan komisi $124, $500, $1000, dan $2000 dari Amazon.
Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.
Uang hasil penghasilan dari Amazon
dipakai Habibie untuk mengikuti kursus-kursus internet marketing lain,
seperti Eprofitmatrix, Dokterpim, dan Indonesia Bootcamp. Dari kursus
dan praktek internet marketing, Habibie sudah bisa menerbitkan Ebook
Panduan Sukses dari Amazon dan membuat situs Listing Rumah
(rumah101.com). Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix
bersama Gurunya, Suwandi Chow. Itulah pertama kali Habibie menjadi
Trainer seminar meskipun usianya masih 20 tahun.
Sejak itu, Habibie sering diundang
menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, hingga
diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie diundang pada
acara Kick Andy di Metro TV pada episode “Kasih Tiada Bertepi”.
Pesan yang bisa diambil, apapun keadaan
kita, kita wajib bersyukur dengan terus berusaha, karena Tuhan akan
melihat usaha kita, dan percayalah bahwasannya kita semua dikodratkan
menjadi orang yang sukses, yang paling terpenting adalah seberapa besar
usaha anda dalam mencapai kesuksesan tersebut. (kisahsukses/kabarpapua.net)
0 Response to "Habibie Afsyah, Kesuksesan Pebisnis Online yang Cacat"
Post a Comment