Apa perasaan Anda, jika tiba-tiba ada serombongan orang datang mematok tanah tempat tinggal yang Anda huni berpuluh-puluh tahun?
Semoga Allah segera memenangkan rakyat Palestina, dan menghentikan semua kezaliman ini.
Berikut videonya selengkapnya.
Tidak hanya itu, dengan senjata lengkap
mereka memang pos-pos penjagaan yang akhirnya mengharuskan Anda terpisah
dari sanak-saudara dan tetangga. Bahkan untuk mengunjungi saudara, ke
rumah sakit, Anda harus melewati pos penjaga yang tak pernah Anda kenal
sebelumnya.
Pelecehan seperti inilah yang terjadi di seluruh bumi
Palestina, hamper setengah abad lamanya.
Pelecehan kemanusiaan bernama pos pemeriksaan (checkpoints) penjajah kolonial Israel membuat akses pelayanan kesehatan, kebebasan bergerak rakyat Palestina atas tanah air mereka sendiri.
Dampak pembatasan ini, akhirnya mempengaruhi akses mereka terhadap perawatan kesehatan, terutama perawatan darurat.
Sebagaimana halnya warga Gaza yang
diblokade, warga Palestina di Tepi Barat hidup bak di penjara. Selain
akses mereka terhalang tembok pemisah, ratusan pos pemeriksaan militer
Israel mencekik kehidupan warga Tepi Barat.
Bayangkan saja, perjalanan dari Ramallah ke Nablus yang hanya berjarak 80 km membutuhkan waktu minimal 7 jam.
Untuk pergi ke satu kota menuju kota lain di Tepi Barat, mereka harus melewati puluhan pos pemeriksaan checkpoints militer dan menjalani pemeriksaan dan interogasi super ketat.
Sebagaimana dalam video ini,
tentara Israel bisa memperlakukan seenaknya setiap orang, sesuka-suka
mereka. Bahkan mereka memisahkan seorang ayah, dari istri dan
anak-anaknya yang akan menuju sebuah rumah sakit.
Tak sedikit warga sering mendapat
pelecehan para serdadu zionis-Israel. Bahkan dengan alasan pemeriksaan,
warga yang diperiksa sering dipaksa melepas baju kecuali celana dalam.
Dengan keutusan sewenang-wenang ini, tak
jarang banyak wanita-wanita Palestina harus melahirkan di pos penjagaan
karena tentara penjajah tidak mengizinkan mereka keluar.
Laporan Departemen Kesehatan Palestina
pernah menyebutkan, sejak tahun 2000 -2007 ada 68 kasus wanita hamil
melahirkan di jalan raya, 34 wanita keguguran di tengah jalan, dan 4
wanita hamil meninggal dunia. Serdadu zionis-Israel mengabaikan imbauan
agar memberi prioritas kepada wanita hamil.
Terdapat pula 137 warga Palestina yang
sakit, meninggal dunia di tengah jalan karena serdadu Israel tidak
mengizinkan ambulans mengambilnya untuk dibawa ke rumah sakit.
Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina
pernah melaporkan 112 orang tewas dan 35 bayi meninggal saat lahir
sebagai akibat dihalanginya tenaga medis dan pasien di pos pemeriksaan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyesalkan rentetan peristiwa yang
melibatkan kurangnya rasa hormat dan perlindungan warga Palestina dan
petugas medis serta pembatasan oleh penjajah Israel yang dinilai telah
melanggar hukum internasional ini.
Faktanya, kezaliman ini telah berlangsung
lama dan dunia sudah tahu. Bahkan Negara Adidaya seperti Amerika Serikat
(AS) ikut mendanai tentara-tentara ini.
Berikut videonya selengkapnya.

0 Response to "[Video] Beginilah Bentuk Pelecehan Kemanusiaan Penjajah Israel pada Palestina"
Post a Comment